Ibnuhayyan’s Weblog


Kimia Karbon
April 30, 2009, 1:53 pm
Filed under: Uncategorized

Senyawa-senyawa yang berasal dari makhluk hidup diketahui mengandung karbon. Misalnya, gula, urea, asam cuka, alcohol, dan berbagai macam vitamin. Pada awalnya, senyawa seperti itu tidak dapat dibuat di laboratorium, sehingga disebut senyawa organik. Bahkan pernah timbul anggapan, yaitu vitalisme, yang mengatakan bahwa pembentukan senyawa organik memerlukan daya hidup. Senyawa lainnya tidak harus berasal dari makhluk hidup disebut senyawa anorganik.
Pada tahun 1828, Freiderich Wohler berhasil membuat urea dari amonium sianat melalui pemanasan.
NH4CNO → CO(NH2)2
Amonium Sianat Pemanasan Urea
Sejak penemuan Wohler tersebut, jutaan senyawa organic berhasil disintesis. Bahkan kini banyak senyawa karbon sintetik yang tidak terdapat dalam makhluk hidup tetapi karena kemiripan sifatnya digolongkan ke dalam senyawa organic. Walaupun telah berhasil dibuat di laboratorium, penggolongan senyawa kimia atas senyawa organic dan senyawa anorganik tetap digunakan. Akan tetapi, penggolongan itu kini didasarkan pada sifat-sifat senyawa tersebut. Kini tidak kurang dari 9 juta senyawa karbon organik telah dikenal, sementara hanya sekitar 500 ribu jumlah senyawa anorganik. Sebagian kecil senyawa karbon, seperti CO, CO2, karbonat, dan sianida, tergolong senyawa anorganik. Senyawa karbon organik dibahas secara khusus dalam suatu cabang ilmu kimia yang disebut kimia organik.
1. Dengan reaksi pembakaran : timbal warna hitam (carbón).
2. Dapat mengeruhkan air kapur, karena CO2 dapat mengeruhkan air kapur.
Untuk menunjukkan adanya atom H yaitu dengan cara mengubah warna kertas kobalt (II) klorida dari biru menjadi merah. Karena air (H2O) mengubah warna kertas kobalt biru menjadi merah.
Penggolongan Senyawa Karbon, yaitu :
1. Alifatik (rantai C terbuka), terdiri dari :
a. Jenuh (ikatan C tunggal).
b. Tak jenuh (ikatan C ganda), terdiri dari ganda 2 dan ganda 3.
2. Siklik (rantai C tertutup), terdiri dari :
a. Alisiklik (sifatnya mirip alifatik, tapi siklik).
b. Aromatik (cincin dengan 6 karbon (C) yaitu benzen dan turunannya.
c. Heterosiklik (ada atom lain selain atom C dan H).
Catatan : Semua penggolongan di atas dapat berupa rantai lurus/ bercabang.

About these ads

Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: