Ibnuhayyan’s Weblog


Pemilu PILKADA SUMSEL 2008
September 13, 2008, 9:08 am
Filed under: Perihal Wong Palembang

Oi…Lur Jangan Lupo Tanggal 4 September 2008 kito meleh, itu slogan ajakan yang dibuat KPU SUMSEL untuk Warga SUMSEL dalam menentukan pemimpinnya untuk 5 tahun kedepan. By the way masalah memilih, kita bicarain masalah kata hati disini atau masalah duit. Kalau bisa diibaratkan, dua hal ini bagaikan malaikat dari surga dan perwakilan iblis dari neraka, sungguh hal yang berat bagi kita untuk menentukannya karena dua hal tersebut.

Pada masa sekarang, banyak pemimpin-pemimpin (tetapi tidak seluruhnya) di Indonesia ini yang tidak memihak rakyat, sungguh hal yang ironis mengingat negara ini termasuk penganut islam terbanyak di muka bumi ini tetapi pada kenyataannya pemimpinnya tidak mencerminkan pemimpin Islam yang selalu memihak rakyat dan mengambil keputusan bersama ulama-ulama islam.

Di pemilu kali ini, sebenarnya ada 3 calon yang maju sebagai Calon Orang Nomor Satu di SUMSEL. Pada kenyataan yang mencalonkan ke KPU SUMSEL hanyalah 2 calon, 1 calon lagi tidak jelas kemundurannya disebabkan oleh apa Allahu’alam Bisshowaf. Majunya 2 calon tersebut dapat dianalogikan dengan ketetapan sunatullah bahwa di dunia ini cuma ada 2 kemungkinan; surga atau neraka, ya atau tidak, laki-laki atau perempuan. Ya, bisa dikatakan begitu tapi hamba ingin menawarkan beberapa analisis hamba terkait masalah pemilu ini.

Analisa PEMILU

Dua calon yang maju mengusung sebutan masing-masing ALDY (Alex dan Eddy), SOHE (Syahrial dan Helmi), keren juga sebutannya, tapi ini hanyalah sebuah rangkaian promosi. Di kubu Aldy, terdapat Alex Noerdin dan Eddy Yusuf yang sama-sama mempunyai background mantan kepala daerah (bupati) di salah satu daerah wilayah SUMSEL. Realisasi ini sudah dirancang sejak lama oleh Alex Noerdin, terbukti dari aktifnya beliau dikancah nasional dan keterlibatannya dalam permasalahan SUMSEL. Alex bersama Eddy mengusung sekolah gratis dan berobat gratis dan ini hal yang buat mereka yakin akan pencalonannya.

Calon ke-2 SOHE, Syahrial Oesman dan Helmi Yahya yang berlatar belakang berbeda, SO mantan Gubernur SUMSEL sedangkan Helmy Yahya berasal dari enteurprenership boleh dikatakan dari kalangan selebritis, sungguh keterpaduan yang sangat menarik bagi hamba. Jualan yang ditawarkan melihat keberhasilan SO dalam membangun SUMSEL 5 tahun belakangan ini dan diperkuat adanya Helmy yang berambisi semua mayarakat SUMSEL berjiwa enteurprener . Sungguh hal yang membuat kita tertarik untuk kita cermati.

Analisa I :
Program yang ditawarkan Aldy, menurut hamba bukanlah ide yang berasal dari mereka tetapi ini cuma menyadur program pemerintahan RI dan itu sebenarnya sudah berjalan sejak lama.
Program berobat gratis yang juga mereka tawarkan, menurut hamba merupakan hal yang sia-sia jika dilaksanakan dikarenakan sesuatu yang gratis tidaklah membawa manfaat yang besar dikarenakan gejolak ekonomi di Indonesia sangat tidak mendukung program ini, membuat semua rumah sakit di SUMSEL menjerit jika program ini dilaksanakan. Bayangkan saja RSUM di Palembang saja yang dibayar, pelayanannya tidak maksimal dan bukan buat orang sembuh tetapi semakin sakit dan mati. Hal ini disebabkan oleh banyak hal termasuk obat-obatan dan tarif dokter dan kebutuhan yang sangat tinggi membuat RS hanya terkonsentrasi pada hal tersebut dan menyisihkan hal yang sangat prinsipil yaitu pelayanan. Jadi kesimpulannya, berobat gratis pelayanan juga gratis dengan kata lain tidak ada pelayanan sama sekali. Ini sama saja membuat tingkat kematian semakin tinggi dan perekonomian semakin menurun karena banyak orang yang sakit. Afwan….

Analisa II :

SOHE menawarkan kesejahteraan dan keberhasilannya yang sudah dicapai dalam membangun SUMSEL 4 tahun 9 bulan setelah ia menjabat. Sesuatu hal yang lucu jika dikatakan program pembangunan SUMSEL ini berasal dari SO, karena pada kenyataannya program-program yang telah dilaksanakan bukan semata-mata terobosan dari SO dan jajarannya pada waktu itu tetapi ini merupakan program percepatan daerah yang diusung oleh pemerintahan pusat. Kita cerita sedikit y…!pembangunan ini dimulai dari adanya PON yang diadakan di SUMSEL tentunya SUMSEL harus berbenah diri dan ini juga didukung oleh anggaran yang sangat besar dari Pemerintah Pusat jadi kalau mau buat-buat apa-apa pasti bisa lah uangnya dari pusat banyak lagi jadi gak ada masalah. Trz program Visit Musi 2008 yang realisasi perencanaannya membutuhkan 2 tahun dan ini merupakan rangkaian dari program pemerintah yaitu Visit Indonesia 2008 dengan kata lain ini juga program pemerintah, duit nya dari pemerintah pusat. Program-program yang dilaksanakan telah merubah warna SUMSEL tetapi tidak diiringi dengan kesejahteraan yang merata, terbukti dari tidak maksimalnya pemerintah daerah dalam melihat celah marketing pada saat PON berlangsung tingkat perekonomiaan hanya naik sebesar 5 % dan ini tidak bisa menutupi kemiskinan yang masih diderita oleh warga SUMSEL dengan kata lain program ini tidak berhasil dijalankan. Begitu juga Visit MUSI 2008, kegagalan terlihat dimulai dari jalannya acara pembukaan bahkan sebelumnya pemerintah ketakutan karena persiapannya baru rampung 70%, hamba katakan begitu. Dan ironisnya acara pembukaan yang dibuat, memakai jasa Helmy Yahya dan acara berjalan dengan tidak lancar ada beberapa kendala teknis dan kesenian atau promosi yang dilakukan bukan mencerminkan MUSI tetapi hanya hiburan semata dan acara ini menghabiskan anggaran milyaran lebih. Dan visit musi juga pernah dikatakan gagal oleh Media Indonesia, ini artinya program yang diusung tidak berjalan dengan maksimal dengan kata lain ada anggara-anggaran yang telah dipotong untuk kepentingan sendiri. Apakah itu betul atau tidak?hanya Allah yang Tahu dan yang berbuat yang paling tahu.

Hanya itu analisa yang hamba tawarkan dan ini dapat dijadikan refrensi bagi yang tertarik, semoga semangat kita tidak selalu disalah artikan dan tidak dijuruskan dengan hal yang tidak benar. Hamba hanya al-fakir yang tidak tahu apa-apa dan artikel ini hamba buat berdasarkan data-data kenyataan yang telah kita ketahui bersama. Pilih yang benar dari yang salah, salah jika membenarkan yang salah, benar hanya pada allah.

Billahi taufik wal hidayah


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: