Ibnuhayyan’s Weblog


Kinetika Reaksi Fe2O3 dengan Asam Sulfat
September 13, 2008, 8:59 am
Filed under: Ad-Diin, Kuliah kimia, Physical chemis-try

Kinetika Reaksi Fe2O3 dengan Asam Sulfat
Persamaan Laju reaksi dapat ditulis sebagai berikut :
r = k. [H2SO4]x. [Fe2O3]y (1)
dimana : r = laju reaksi y = orde reaksi untuk besi oksida
k = konstanta laju reaksi x = orde reaksi untuk asam sulfat
a . Untuk menentukan orde reaksi terhadap asam (x) maka konsentrasi Fe2O3 dibuat konstan
r = k . [H2SO4]x . [Fe2O3]y
k . [Fe2O3]y = konstanta = kH (2)
maka r =kH . [H2SO4]x (3)
ln r = ln kH + xln [H2SO4] (4)
Persamaan 3 dan 4 merupakan persamaan laju reaksi pseudo orde nol terhadap oksida besi.
dimana: r =
konsentrasi Fe diukur dengan spektrofotometer serapan atom. Kemudian dialurkan grafik antara ln r terhadap ln H2SO4 dengan intersep = ln kH dan slope = x yang merupakan orde reaksi terhadap asam sulfat.
b. Untuk menentukan orde reaksi Fe2O3 (y), konsentrasi H2SO4 dibuat konstan.
Persamaan reaksi menjadi :
r = k . [H2SO4]x . [Fe2O3]y
k . [H2SO4]x = konstanta = kL (5)
r = kL . [Fe2O3]y
ln r = ln kL + y ln [Fe2O3] (6)
Persamaan 5 dan 6 merupakan persamaan laju reaksi pseudo orde nol terhadap asam sulfat, kemudian dialurkan grafik hubungan antara ln r terhadap ln [Fe2O3] dengan slope = orde reaksi (y) dan intersep = ln kL.
Persamaan Arhenius dan Energi Aktifasi
Persamaan laju r = k.[A]a.[B]b menunjukkan ketergantungan terhadap konsentrasi. Tahun 1889 Arhenius mengemukakan bahwa temperatur berpengaruh terhadap laju atau konstanta laju. Laju reaksi meningkat dengan meningkatnya temperatur. Pengaruh temperatur terhadap laju reaksi ditunjukkan oleh persamaan Arhenius :
k = A. e-Ea/RT (7)
Bentuk logaritma dapat ditulis :
ln k = ln A – (8)
dimana: k = konstanta laju reaksi
A = faktor preeksponensial (faktor frekuensi)
Ea = energi aktivasi ( kJ )
T = Temperatur ( 0 K )
R = Konstanta Boltzman ( 8,314 J mol-1det-1)
Konstanta laju untuk berbagai reaksi bergantung pada 2 faktor : (a) frekuensi koalisi antara molekul reaktan; (b) harga energi aktivasi. Faktor frekuensi (A) memiliki dimensi yang sama dengan konstanta laju dan berhubungan dengan frekuensi koalisi antara molekul reaktan.
Energi aktifasi reaksi ditentukan dengan mengukur konstanta laju pada berbagai temperatur yang berbeda, kemudian dialurkan dalam koordinat ln k terhadap 1/T menurut persamaan (8) , harga energi aktivasi dan faktor frekuensi dapat ditentukan dari harga slope dan intersep. Energi aktivasi adalah energi yang diserap/ditambahkan yang harus dipunyai oleh zat yang bereaksi untuk membentuk komplek teraktifkan atau keadaan transisi, yang bergantung pada sifat dasar pereaksi. Untuk reaksi yang molekul pereaksinya mempunyai banyak ikatan yang perlu diputuskan, energi pengaktifannya besar. Untuk kebanyakan reaksi kimia, selisih antara DE dan DH (perubahan entalpi) sangatlah kecil dan dapat dikatakan bahwa DE @ DH. Untuk proses eksoterm DE bernilai negatif dan untuk reaksi endoterm DE bernilai positif .


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: